Skip to content
naulon
Not checkedNot checked for notices yet.

REGULASI PELAKSANAAN PENGAWASAN DAN PENINDAKAN KEIMIGRASIAN TERHADAP TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG PADA MASA PANDEMI COVID-19

Lukky Aktivanto, Nelis Juli Satria Zebua, Popy Dia Ragawati

DiH · 2022

doi:10.30996/dih.v0i0.5641 (opens in a new tab)

We email you when a new notice or a question about this paper appears.

Abstract

Abstract This study aims to see how immigrant offices and law enforcement agencies prevent trafficking or human exploitation, especially when the focus of the government and other regulatory agencies is divided between the economy, health, or welfare of its people. This study uses descriptive qualitative research methods. The data used are primary data and secondary data. primary data is the main data obtained from news while secondary data is in the form of supporting information to explain primary data. Data collection is done by collecting as much data as possible related to immigrants and human trafficking. Finally, the presentation of the data is done in the form of paragraphs. The results of this study are that human trafficking actually takes advantage of this pandemic moment very well where they easily adapt, namely by exploiting children or parents through internet media. The authorities and immigration are very divided in their focus regarding the sale and exploitation of humans, including by keeping the port section more stringent because of the frequent interactions of human trafficking through seaports, and also they monitor the movement of the internet and illegal websites that are present in order to minimize sales and exploitation. children or adolescents and adults. Keywords: Covid-19 pandemic; human exploitation; human trafficking Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kantor imigran dan badan penegakan hukum mencegah adanya perdagangan ataupun eksploitasi manusia, khususnya ketika fokus pemerintah dan kelembagaan berwajib lainnya terbagi anatar perkeonomian, kesehatan, atau kesejahteraan rakyatnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. data primer merupakan data utama yang didapatkan dari berita sementara data sekunder berupa informasi pendukung untuk menjelaskan data primer. Pengumpulan data dilakukan dengan mengumpulkan sebanyak-banyaknya data yang berkaitan dengan imigran dan human trafficking. Terakhir, penyajian data dilakukan dalam bentuk paragraf. Hasil dari penelitian ini ialah bahwa human trafficking justru memanfaatkan momen pandemi ini dengan sangat baik dimana mereka dengan mudah beradaptasi yakni dengan melakukan pengeksploitasian anak atau orang tua melalui media internet. Pihak berwajib dan imigrasi sangat membagi fokus mereka terkait penjualan dan pengeksploitasian manusia ini diantaranya ialah dengan menjaga bagian pelabuhan dnegan lebih ketat karena seringnya human trafficking berinteraksi melalui pelabuhan laut, dan juga mereka memantau pergerakan internet dan website-website ilegal yang hadir demi meminimalisir penjualan dan pengeksploitasian anak atau remaja dan orang dewasa. Kata kunci: pandemi Covid-19; pengeksploitasian manusia; penjualan manusia

Abstract licence: CC BY-SA

Reads

Read by people on this page

None yet.

Checked or read by AI through naulon

None yet.

A person counts once a day per paper. We keep no cookie and no address: a reader is a hash that changes every day. Any month under five reads shows no number.

Are you an author?

Is this your paper?

Claim it to add your note and be paid when agents cite it. Free.