Skip to content
naulon
Not checkedNot checked for notices yet.

Makna kewirausahaan pada etnis Jawa, Minang, dan Tionghoa: Sebuah studi representasi sosial

Okki Sutanto, Nani Nurrachman

Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology · 2020

doi:10.24854/jpu73 (opens in a new tab)

We email you when a new notice or a question about this paper appears.

Abstract

Pentingnya kaitan budaya dalam kewirausahaan belum banyak digali oleh penelitian Psikologi di bidang kewirausahaan. Studi ini mengeksplorasi pemaknaan kewirausahaan pada tiga etnis di Indonesia yakni Jawa, Minang, dan Tionghoa, dengan menggunakan perspektif representasi sosial, khususnya pendekatan struktural. Desain penelitian mixed-method digunakan dalam studi ini. Pada pendekatan kuantitatif dengan teknik Hierarchized Ecovation pada 122 responden berhasil memetakan atribut dan struktur representasi sosial tentang kewirausahaan. Pendekatan kualitatif melalui wawancara pada 11 responden menemukan perbedaan pemaknaan kewirausahaan termanifestasi dalam tiga hal yakni alasan berwirausaha, nilai dan hal yang dianggap penting dalam berwirausaha, dan proses pelestarian nilai-nilai kewirausahaan. Ditemukan bahwa central core pada etnis Jawa adalah kemandirian dan kerja keras, sedang pada etnis Minang adalah berdagang, produk, modal, dan kemandirian, dan pada etnis Tionghoa adalah strategi dan manajemen serta kerja keras. Sejumlah atribut yang menjadi kekhasan masing-masing etnis yakni kejujuran dan nrimo pada etnis Jawa, kesalehan pada agama dan kecintaan pada kampung halaman pada etnis Minang, serta kreativitas dan kesabaran pada etnis Tionghoa.

Abstract licence: CC BY

Reads

Read by people on this page

None yet.

Checked or read by AI through naulon

None yet.

A person counts once a day per paper. We keep no cookie and no address: a reader is a hash that changes every day. Any month under five reads shows no number.

Are you an author?

Is this your paper?

Claim it to add your note and be paid when agents cite it. Free.