Pengalaman ibu bekerja yang memiliki anak balita dalam mencapai keseimbangan kerja-keluarga
Yasrin Nur Fajriyati, Sri Lestari, Wisnu Sri Hertinjung
Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology · 2022
doi:10.24854/jpu477 (opens in a new tab)
We email you when a new notice or a question about this paper appears.
Abstract
Ibu yang bekerja memiliki tanggung jawab di dua ranah berbeda, yaitu keluarga dan pekerjaan. Ibu bekerja perlu keseimbangan peran agar ibu mampu menjalankan perannya secara optimal, terlebih bagi ibu bekerja yang memiliki anak balita. Tujuan penelitian ini adalah memahami pencapaian keseimbangan kerja-keluarga pada ibu bekerja yang memiliki anak balita. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam kepada enam orang ibu bekerja yang memiliki anak balita, yang direkrut menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu bekerja yang memiliki anak balita mengalami kesulitan dalam menjalankan peran ganda sehingga muncul konflik peran. Upaya yang dilakukan ibu untuk meminimalisir konflik dan mencapai keseimbangan kerja-keluarga adalah meminta bantuan dari orang-orang terdekat seperti suami atau anggota keluarga lain, melakukan komunikasi aktif dengan pengasuh ketika sedang istirahat bekerja, mengelola emosi dan berpikir positif, tidak mencampuradukkan urusan pekerjaan dan keluarga, menjadikan anak sebagai pengobat lelah setelah pulang bekerja, serta mengembangkan sikap sabar ketika bersama anak.
Abstract licence: CC BY
Reads
Read by people on this page
None yet.
Checked or read by AI through naulon
None yet.
A person counts once a day per paper. We keep no cookie and no address: a reader is a hash that changes every day. Any month under five reads shows no number.
Are you an author?
Is this your paper?
Claim it to add your note and be paid when agents cite it. Free.