Review: Bioremediasi Pencemaran Minyak Bumi
Dwi Nuryana
Journal of Earth Energy Engineering · 2017
doi:10.22549/jeee.v6i2.941 (opens in a new tab)
We email you when a new notice or a question about this paper appears.
Abstract
Pemanfaatan minyak bumi yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan akan merugikan manusia dan mengakibatkan pencemaran lingkungan, sehingga perlu dilakukan penanggulangan melalui pengelolaan dan pemanfaatan limbah dengan cara bioremediasi. Bioremediasi merupakan suatu proses pemulihan lahan yang tercemar dengan mengeksploitasi kemampuan mikroorganisme untuk mendegradasi senyawa-senyawa organik. Pemilihan mikroorganisme bioremediasi sangat berpengaruh terhadap proses degradasi minyak bumi. Hal tersebut dikarenakan setiap spesies mikroorganisme membutuhkan substrat yang spesifik untuk mendegradasi keseluruhan komponen penyusun minyak bumi. Perlu pendekatan lebih lanjut untuk mengetahui efektifitas metode bioremediasi dan mikroorganisme yang digunakan baik mikroorganisme yang diperoleh dari luar (nonindigenous) atau mikroorganisme lokal (indigenous) yang digunakan para peneliti dalam mendegradasi minyak bumi. Namun, tidak semua rangkuman jurnal yang ada menunjukkan informasi yang detail mengenai metode dan efektifitas mikroorganisme dalam bioremediasi. Dalam paper ini, akan dikaji beberapa metode dan mikroorganisme yang digunakan dalam bioremediasi, diantaranya biopile, bulking agent,ex-situ, konsorsium bakteri dan teknik land treatment sehingga dapat disimpulkan metode paling efektif dalam bioremediasi minyak bumi.
Abstract licence: CC BY-SA
References15
15 more references, whose wording the paper’s licence keeps private.
Reads
Read by people on this page
None yet.
Checked or read by AI through naulon
None yet.
A person counts once a day per paper. We keep no cookie and no address: a reader is a hash that changes every day. Any month under five reads shows no number.
Are you an author?
Is this your paper?
Claim it to add your note and be paid when agents cite it. Free.