ANALISA REDAKSI TINDAK TUTUR IMPERATIF DALAM SURAT AL-BAQARAH
Faiq Ainur Rofiq
Kodifikasia · 2016
doi:10.21154/kodifikasia.v9i1.468 (opens in a new tab)
We email you when a new notice or a question about this paper appears.
Abstract
Tuturan imperatif dalam bahasa Arab mempunyai empat bentuk, yaitu: 1) fi‘l amr, 2) fi‘l mud}a>ri‘ yang didahului dengan la>m amr, 3) mas}dar yang menggantikan fi‘l amr., dan 4) amr dengan redaksi khabar. Dalam surat al-Baqarah penutur (Allah SWT) banyak menggunakan redaksi tindak tutur imperatif dalam melakukan komunikasi. Penelitian ini merupakan penelitian kebahasaan yang berupaya mengungkap bagaimana bentuk tindak tutur imperatif dalam surat al-Baqarah dan apa makna pragmatik penggunaan tindak tutur imperatif dalam surat al-Baqarah. Penelitian ini menemukan bahwa tindak tutur imperatif dalam surat al-Baqarah mempunyai empat bentuk, yaitu: fi‘l amr, fi‘l mud}a>ri‘ yang didahului dengan la>m amr, mas}dar yang menggantikan fi‘l amr, dan amr dengan redaksi khabar. Terkait dengan makna pragmatiknya, tindak tutur imperatif (al-’amriy) dalam surat al-Baqarah memiliki makna-makna sebagi berikut: doa (ad-du‘a>’u), saran (al-irsya>du), ancaman (at-tahdi>du), persilaan (at-tarh}i>bu), kutukan (at-taskhiru), melemahkan (at- ta’ji>zu), pemulyaan (al-ikra>mu), kecaman (at-taubi>h}u), dan pilihan (at-tahyi>ru).
Abstract licence: CC BY-SA
Reads
Read by people on this page
None yet.
Checked or read by AI through naulon
None yet.
A person counts once a day per paper. We keep no cookie and no address: a reader is a hash that changes every day. Any month under five reads shows no number.
Are you an author?
Is this your paper?
Claim it to add your note and be paid when agents cite it. Free.