Skip to content
naulon
Not checkedNot checked for notices yet.

TELKOM VERSUS INDOSAT

Yunifah Usnul Ch

Jurnal Ekonomi Modernisasi · 2007

doi:10.21067/jem.v3i1.924 (opens in a new tab)

We email you when a new notice or a question about this paper appears.

Abstract

Investasi di sektor telekomunikasi akhir-akhir ini menjadi sangat menarik, khususnya PT.Telkom Tbk (TLKM) dan PT.Indosat Tbk (ISAT) sebagai pemain utama di sector telekomunikasi. Saham TLKM dan ISAT masuk dalam kelompok 5 besar saham teraktif dengan total volume perdagangan terbesar di BEJ. Analisis fundamental diperlukan untuk menentukan saham teraman yang dapat dibeli, untuk itu analisis EVA (<em>Economic Value Added</em>) dan <em>Marakon Profitability Matrix</em> sangat membantu menentukan perusahaan apakah yang lebih menarik untuk investasi secara produktif. Berdasarkan kriteria pertimbangan nilai EVA, <em>profitability, market share </em>dan <em>cash flow</em> PT.Telkom Tbk lebih besar daripada PT.Indosat, maka dapat diputuskan PT.Telkom Tbk lebih menarik untuk investasi secara produktif. PT.Telkom Tbk dan PT.Indosat memiliki persamaan dalam hal pertumbuhan yang belum optimal, sehingga pertumbuhan tersebut belum memperkuat kemampuan perusahaan dalam menciptakan keuntungan

Abstract licence: CC BY-SA

Reads

Read by people on this page

None yet.

Checked or read by AI through naulon

None yet.

A person counts once a day per paper. We keep no cookie and no address: a reader is a hash that changes every day. Any month under five reads shows no number.

Are you an author?

Is this your paper?

Claim it to add your note and be paid when agents cite it. Free.