DAUR TEKNIS PINUS TANAMAN UNTUK KAYU PERTUKANGAN BERDASAR SIFAT FISIS DAN MEKANIS
Nurwati Hadjib, Osly Rachman
Jurnal Penelitian Hasil Hutan (Journal of Forest Products Research) · 2009
doi:10.20886/jphh.2009.27.1.76-87 (opens in a new tab)
We email you when a new notice or a question about this paper appears.
Abstract
Penelitian sifat fisis dan mekanis kayu pinus (Pir111smerkusiiJungh et de Vr.) dengan umur 17, 21, 23, 27 dan 28 tahun dilakukan untuk menentukan daur teknis tanaman tersebut. Hasil penelitian menunjukkan kecenderungan yang sama, yaitu pada umur 17 sampai 19-20 tahun sifat kayu cenderung menurun, kemudian meningkat sampai mencapai maksimum pada sekitar umur 23 tahun dan kembali menurun lagi. Kecenderungan tersebut mengikuti pola hiperbolik. Keteguhan lentur patah kayu pinus yang diteliti tertinggi pada kayu umur 27 tahun dan terendah pada kayu umur 17 tahun. Demikian pula pada kekakuan, keteguhan tekan sejajar serat dan kekerasannya. Perbedaan umur tidak mempengaruhi sifat mekanis kayu. Kerapatan kayu pinus yang diteliti tidak dapat menjadi penduga terbaik untuk MOR-nya, akan tetapi dapat menjadi penduga terbaik untuk keteguhan tekan sejajar serat. Sedangkan MOE dapat menjadi penduga terbaik untuk MOR. Kayu pinus tingkat umur 17 tergolong kelas kuat rv, sedangkan umur 21, 23, 27 dan 28 tahun tergolong kelas kuat III. Menurut sifatnya, maka pinus umur 17 tahun sesuai untuk konstruksi ringan, sedangkan kayu umur 21, 23, 27 dan 28 tahun dapat digunakan untuk kayu bangunan. Daur teknis kayu pinus yang ditentukan berdasarkan sifat fisis dan mekanisnya adalah antara umur 23-26 tahun.
Abstract licence: CC BY-NC-SA
Reads
Read by people on this page
None yet.
Checked or read by AI through naulon
None yet.
A person counts once a day per paper. We keep no cookie and no address: a reader is a hash that changes every day. Any month under five reads shows no number.
Are you an author?
Is this your paper?
Claim it to add your note and be paid when agents cite it. Free.