Perbandingan Uji Tuberkulin dengan Kadar Interferon Gamma pada Kultur Sel Limfosit Anak Tersangka TB
Lita Farlina, Finny Fitry Yani, Darfioes Basir and 1 more
Sari Pediatri · 2016
doi:10.14238/sp16.4.2014.260-5 (opens in a new tab)
We email you when a new notice or a question about this paper appears.
Abstract
Latar belakang. Tuberkulosis (TB) pada anak masih merupakan penyakit utama yang menyebabkan kesakitan dan kematian. Sampai saat ini, diagnosis TB anak masih menjadi masalah. Uji tuberkulin atau tuberculin skin test (TST) merupakan metode yang masih dijadikan pedoman, tetapi mempunyai sensitivitas yang rendah. Uji interferon- (IFN-) merupakan pemeriksaan yang lebih spesifik untuk mendukung diagnosis infeksi TB anak. Tujuan. Mengetahui kesesuaian TST dengan IFN- pada kultur sel limfosit anak tersangka TB. Metode. Penelitian cross sectional pada anak berusia 3 bulan-14 tahun tersangka TB atau memiliki kontak erat dengan penderita TB paru BTA(+) dewasa yang datang ke poliklinik anak RS dr. M. Djamil Padang pada bulan Februari-November 2012. Semua sampel dilakukan pemeriksaan TST dan IFN- kemudian dilakukan uji kesesuaian (kappa=K). Hasil. didapatkan 34 9 (26,5%) sampel memiliki TST positif dan 16 (47,1%) memiliki uji IFN- positif. Didapatkan uji kesesuaian 38,2%(=0,27). Kesimpulan. Pemeriksaan uji IFN- memiliki angka kesesuaian cukup dibandingkan TST sehingga belum perlu digunakan sebagai uji diagnostik infeksi TB pada anak tersangka TB.
Abstract licence: CC BY-NC-SA
Reads
Read by people on this page
None yet.
Checked or read by AI through naulon
None yet.
A person counts once a day per paper. We keep no cookie and no address: a reader is a hash that changes every day. Any month under five reads shows no number.
Are you an author?
Is this your paper?
Claim it to add your note and be paid when agents cite it. Free.